Pages

Sunday, September 21, 2008

Dukung Ongisnade.Net di Ajang Penghargaan Weblog Internasional

Alo" semua buat Aremania dan yang merasa anag malang asli. Ni ada sebuah kabar yang sangat menggembirakan bagi kita yang lagi berduka atas hukuman dari Panguasa sepak bola kita ni...

***
Dukung dan pilih Ongisnade.Net di ajang The BOBs, penghargaan internasional untuk Weblog, Podcast dan blog video terbesar di dunia. Ongisnade.Net turut berpartisipasi dalam kompetisi ini dengan kategori Olahraga Sepakbola dengan pengantar Bahasa Indonesia. The BOBs memilih blog terbaik yang ditulis dalam bahasa Inggris, Arab, Cina, Jerman, Prancis, Belanda, Persia, Portugis, Rusia, Spanyol, dan Indonesia.

Ongisnade.Net akan bersaing dengan blog-blog terbaik dari seluruh Indonesia dan dunia yang akan dinilai oleh juri yang terdiri dari jurnalis independen, blogger dan pakar media yang akan menyeleksi 10 nominasi dari setiap kategori kompetisi.

Mulai tanggal 27 Oktober Anda dapat kembali ikut serta memilih blog favorit dalam daftar nominasi melalui online-voting. Anggota juri masih akan membahas pemenang pilihan user. Yang pasti, semuanya akan diumumkan tanggal 27 November 2008 di Museum Komunikasi Berlin (Jerman).

Dukungan rekan-rekan pembaca dan nawak-nawak Aremania ikut menentukan prestasi Ongisnade.Net di ajang ini sekaligus membawa nama Arema dan Aremania di level internasional.

Pilih dan support Ongisnade.Net
1. Kunjungi halaman Ongisnade.Net di The BOBs
2. Pilih salah satu kategori yang disediakan di bawah halaman tersebut

Friday, September 19, 2008

Dirazia, Gadis Remaja Menangis

***
16/09/2008 12:21
Liputan6.com, Solo: Diduga karena malu, gadis remaja menangis saat terjaring razia polisi di sebuah hotel di Solo, Jawa Tengah, baru-baru ini. Sang gadis kepergok berduaan dengan pria paruh baya di kamar hotel.

Awalnya remaja yang diduga wanita penghibur ini mengaku lelaki tersebut adalah kakaknya. Namun karena tidak bisa menunjukkan bukti, keduanya tetap digelandang untuk pemeriksaan lebih lanjut.

Dalam razia ini polisi menangkap pasangan lain yang bukan suami-istri. Dua pria yang ditangkap adalah pegawai negeri sipil dan perangkat desa. Polisi rencananya terus menggelar razia serupa selama Ramadan.

***
Aduh2...... kok bisa gadis Remaja melakukan itu ya.... Padahal ni masih di bulan Ramadhan. Bulan suci dan penuh Rahmat. Berita ni menimbulkan pertanyaan besar bagi saya, Knapa ya,apa penyebanya?????
Moga2 kasus ni dapat djadikan plajaran buat smua dan semoga tak ada lagi kasus kayak gini...
Amien.........

"Ayo Bangkit Remaja Indonesia"

PSSI Menerima THR dari Arema

Komdis PSSI telah menjatuhkan hukuman secara resmi kepada punggawa singo edan yakni Kurnia Mega,kiper Arema Malang,ia di kenai skorsing dilarang tampil membela singo edan selam 12 bulan,di tambah lagi denda yang nominalnya pun tidak sedikit yakni Rp.50 Juta dan manajer Arema Ekoyono Hartono ia dilarang aktif dalam persepak bolaan nasional dan denda sebesar Rp.30 Juta,Wowww…..nilai yang sangat fantastik bagi dunia industri sepak bola di indonesia,kalau masalah hukuman bagi mereka berdua mungkin bisa di maklumi karena memang mereka melakukan tindakan yang tidak seharusnya di lakukan. Betapa tidak Kurnia Mega adalah ki[per timnas yang ikut sukses membawa Tim U21 di piala kemerdekaan menduduki peringkat tiga,adalah tidak pantas memang melakukan tindakan indisipliner,sedangkan sang manajer Arema Sam Ekoyono,ia merupakan manajer yang menukangi team profesional dan sebesar Arema,kenapa pula ia ikut-ikutan dengan melakukan tindakan memalukan dan kurang bisa menahan amarahnya.tapi bagaimanapun juga keputusan PSSI apakah bisa di tolak?karena mereka adalah aparatur dari peserta kontestan team liga di indonesia,mungkin hukuman yang di terima kedua awak Arema tersebut tidak begitu bermasalah,masalahnya adalah nominal yang begitu luar biasa yang di jatuhkan kepada Arema-Malang,bagaimana jika uang sebesar itu menimpa team yang masih menerima dana APBD?membayar gaji pemain saja belum cukup apalagi untuk akomodasi kedepan!!!!.Tahun ini Arema merupakan salah satu team yang mengeluarkan belanja pemain cukup sedikit padahal Arema bisa di bilang team “Kaya”di Indonesia.,sedikitnya pengeluaran yang di keluarkan memang tidaklah lain untuk menghemat anggaran,dan lebih di prioritaskan untuk merekrut usia muda yang bertalenta dan mempunyai daya juang tinggi seperti saat ini sehingga Arema mampu bercokol di papan atas. Uang sebesar itu jika mungkin dulu di belikan pemain mahal mungkin saja sekarang bisa mengalahkan The Dream Team nya Indonesia saat ini!”Pxxxxx”!ya nasi sudah menjadi bubur,denda lagi-lagi telah menimpa Team kebanggaan Arek Malang,beberapa hari yang lalu PSSI kabarnya terlibat kasus penipuan,entah siapa lagi yang mereka tipu,Saya pribadi tidak mau tahu urusan mereka,,Persetan!tapi kini PSSI akan segera menikmati uang segar dari Arema,mereka akan buat pa lagi uang itu?mungkin untuk memberi THR kepada Nurdin Halid kah?atau malah-malah untuk “menyuap” agar ia bisa berlebaran di Rumahnya?wah.wah..hebat,bagaimana menurut nawak-nawak Aremania?..

AREMA Krisis Kiper

Setelah kiper muda Kurnia Meiga Hermansyah diskors oleh Komdis PSSI selama satu tahun, praktis Arema saat ini hanya memiliki stok dua kiper senior, yaitu Dadang Sudrajat dan Muhammad Yasir. Kondisi Dadang yang masih dalam penyembuhan cedera membuat Arema tinggal berharap kepada M. Yasir. Padahal, Arema dihadapkan pada jadwal away yang cukup berat, yaitu menghadapi Persija Jakarta, Persela Lamongan, Persik Kediri, serta lawatan away ke Papua melawan Persiwa Wamena dan Persipura Jayapura.

Kurnia Meiga musim ini pernah sekali turun membela Arema saat kalah 0-2 dari Pelita Jaya (26/07). Saat itu kiper muda berusia 18 tahun tersebut masuk menggantikan M. Yasir di pertengahan babak kedua. Setelah dikenai sanksi dari Komdis PSSI, adik kandung mantan kiper Arema Ahmad “AK” Kurniawan tersebut dipastikan absen membela Arema selama satu tahun.

Manajer Arema -yang juga dikenai sanksi Komdis PSSI- Ekoyono Hartono belum bisa memastikan apakah Arema akan melakukan banding atas sanksi yang diterima kiper muda aset tim nasional tersebut karena hingga saat ini kubu Arema belum menerima surat keputusan resmi dari Komdis PSSI.

Sementara itu kiper Dadang Sudrajat masih dalam tahap pemulihan cedera pasca operasi di bagian pelipis kanannya. Dadang mengalami cedera parah saat Arema menang 1-0 atas Deltras Sidoarjo (7/9) setelah bertabrakan dengan pemain Deltras dan langsung dilarikan ke RSUD Kanjuruhan Kepanjen. Dokter tim Arema, Albert Rudianto, masih memantau perkembangan kondisi Dadang usai operasi sebelum diperbolehkan kembali bermain.

Kiper Arema, Muhammad YasirDengan kondisi tersebut, praktis hanya Muhammad Yasir (foto kanan) yang saat ini menjadi andalan di sektor kiper Arema pada dua pertandingan terdekat, yaitu melawan Persija Jakarta (21/9) dan Persela Lamongan (27/9).

Di luar tim senior, Arema masih mempunyai kiper potensial di tim Arema U21, Aji Saka. Kiper muda binaan akademi Arema tersebut rutin berlatih bersama tim senior. Selama uji coba pra musim dan ajang Piala Gubernur (Liga Jatim) 2008 yang lalu, Aji Saka beberapa kali dimainkan oleh pelatih Arema kala itu, Bambang Nurdiansyah.

Rekan-rekan Aremania yang sering bermain Football Manager atau Championship Manager tentu berpikir bisa langsung “mempromosikan” Aji Saka ke tim senior Arema untuk diposisikan sebagai cadangan M. Yasir. Namun hal tersebut tidak bisa dilakukan oleh Arema saat ini karena regulasi tim senior dan tim reserve di Liga Super Indonesia berbeda dengan Liga Inggris atau liga-liga Eropa lainnya.

Arema tidak bisa menambah pemain karena transfer window kedua -saat klub diperbolehkan melakukan aktifitas transfer, menambah atau mengurangi pemain- baru dibuka usai putaran pertama berakhir. Mengantisipasi hal ini, Arema meminta solusi kepada Badan Liga Indonesia (BLI) terkait dengan kondisi krisis kiper ini.

Apabila nantinya BLI tetap tidak mengijinkan Aji Saka dipromosikan ke tim utama, maka Arema tentu mengandalkan konsistensi penampilan Muhammad Yasir, berharap kiper yang diberi julukan Timlo oleh Aremania tersebut tidak cedera, sambil menunggu proses penyembuhan Dadang Sudrajat. (Ongisnade/Zoel)

Thursday, September 18, 2008

Surat Terbuka Untuk Penguasa Sepak Bola Indonesia


Kami tak akan meminta bebas dari hukuman. Hukum saja kami jika memang salah. Kami siap menjalaninya. Namun yang adil, yang bijaksana, jangan karena Anda membawa palu main ketuk seenaknya. Apa yang sudah kami lakukan memang bukanlah pembenaran untuk melakukan perubahan. Apa yang anda harapkan dari Indonesia Super League? Hanyakah kompetisi berebut juara atau ada visi yang jauh lebih mulia lagi.

Kepada Yang Terhormat,
Penguasa Sepak Bola Indonesia

Kami ini hanyalah kelompok masyarakat yang membutuhkan hiburan untuk menyatukan diri sebagai satu saudara. Kami ini hanyalah kelompok masyarakat yang selalu ingin damai dan sejahtera. Kami hanyalah kelompok masyarakat yang ingin melihat sepak bola berjalan dengan sportifitas dan fairplay.

Kejadian Sabtu malam lalu di Stadion Kanjuruhan, kami akui kami salah. Saat ini kami mengaku salah berbuat anarki, namun ini adalah ujung dari rasa sabar kami. Tidak benar memang, salah iya, harus dihukum, Harus!!! Kami tak akan meminta bebas dari hukuman. Hukum saja kami jika memang salah. Kami siap menjalaninya. Namun yang adil, yang bijaksana, jangan karena Anda membawa palu main ketuk seenaknya.

Lihat dulu, pelajari dulu, bersikap objektif itu perlu. Jika kami ini salah bagaimana dengan yang memicu kami berbuat salah? Hukum juga dong. Jangan hanya kami. Jangan hanya main hukum, selidiki dan tuntaskan ada apa di balik mereka (wasit) melakukan itu. Kami rela jadi martil sebuah perubahan. Kami rela dijadikan korban untuk sesuatu yang lebih baik. Namun kami tak pernah rela sportifitas dan fairplay tercederai. Ayo kita instropeksi. Sudah benarkah Anda, pemegang regulasi sepak bola memberikan sisi edukasi kepada kami penikmat dan supporter serta masyarakat sepak bola Indonesia?

Apa yang anda harapkan dari Indonesia Super League? Hanyakah kompetisi berebut juara atau ada visi yang jauh lebih mulia lagi. Adakah hasil tertulis dari penyegaran wasit? Dimanakah diumumkan? Siapa yang memberikan test kepada mereka? Sudah independen-kah badan itu? Kasus semacam ini sudah berulang kali terjadi, tapi klub, supporter, merekalah yang langsung merasakan hukumannya yang jelas terlihat di mata pecinta bola tanah air. Sedang wasit? Jika ini masalah SDM wasit dengan segala bentuk lingkungan yang membentuknya, akankah selalu kami kaum penikmat sepak bola ini yang selalu menjadi terhukum? Anda para penguasa sepak bola tanah air pernah berucap kepada kami, “Jangan main hukum sendiri offisial pertandingan, serahkan kepada kami sesuai mekanismenya,” Tapi kami tak pernah lihat transparansi penyelesaian dan pengungkapannya. Semuanya hanya berujung pada sanksi sejumlah nominal (selalu saja berbuntut materi).

Kami bisa jamin, sepak bola Indonesia tak akan bisa maju selama PILKADA-PILKADA selalu mengikutinya. Sepak bola Indonesia akan kehilangan sportifitas dan fairpaly-nya jika sudah menjadi bagian dari cara branding bagi person yang akan menjadi penguasa. Penguasa yang terhormat, kesabaran manusia ada batasnya. Kepada masyarakat sepak bola Indonesia jangan tiru apa yang sudah terjadi di Bumi Singo Edan. Biarkan kami saja yang merasakan, kalau perlu biar kami saja yang jadi MARTIL perubahan.

Kami minta maaf jika sudah memberikan contoh yang tidak baik, kami minta maaf jika sudah memberikan tontonan yang kurang atraktif. Bagi saudara kami PKT Bontang, maaf jika sudah membuat kalian kurang nyaman. Jangan jadikan ini sebagai pembenaran balas dendam. Sebab musuh kami bukanlah kalian, bukan klub atau tim lain. Musuh kami adalah ketidakadilan dan sikap anti fairplay. Kalian sama dengan kami. Kalian adalah korban dari sistim yang berjalan. Ayo kita gandeng tangan, bikin satu perubahan. Apa yang sudah kami lakukan memang bukanlah pembenaran untuk melakukan perubahan.

Demikian surat terbuka ini kami buat, kepada teman-teman pers jangan hanya diangkat peristiwanya. Beritakanlah penyebabnya. Berikan sisi edukasi bagi sesama. Kami tahu berita kami selalu meningkatkan oplah. Terima kasih sudah buat nama kami besar, hingga kami merasa sakit saat jatuh. Namun kami tetap Arek-Arek Malang yang selalu tegar diterpa jaman. Sampai kapanpun kami tetap mendukung SINGO EDAN. Meskipun kami sebagai terhukum.

Atas nama komunitas Satujiwa.net
Pendukung PS Arema dari Dunia Cyber
Salam Satu Jiwa