Pages

Showing posts with label Arema. Show all posts
Showing posts with label Arema. Show all posts

Sunday, September 21, 2008

Dukung Ongisnade.Net di Ajang Penghargaan Weblog Internasional

Alo" semua buat Aremania dan yang merasa anag malang asli. Ni ada sebuah kabar yang sangat menggembirakan bagi kita yang lagi berduka atas hukuman dari Panguasa sepak bola kita ni...

***
Dukung dan pilih Ongisnade.Net di ajang The BOBs, penghargaan internasional untuk Weblog, Podcast dan blog video terbesar di dunia. Ongisnade.Net turut berpartisipasi dalam kompetisi ini dengan kategori Olahraga Sepakbola dengan pengantar Bahasa Indonesia. The BOBs memilih blog terbaik yang ditulis dalam bahasa Inggris, Arab, Cina, Jerman, Prancis, Belanda, Persia, Portugis, Rusia, Spanyol, dan Indonesia.

Ongisnade.Net akan bersaing dengan blog-blog terbaik dari seluruh Indonesia dan dunia yang akan dinilai oleh juri yang terdiri dari jurnalis independen, blogger dan pakar media yang akan menyeleksi 10 nominasi dari setiap kategori kompetisi.

Mulai tanggal 27 Oktober Anda dapat kembali ikut serta memilih blog favorit dalam daftar nominasi melalui online-voting. Anggota juri masih akan membahas pemenang pilihan user. Yang pasti, semuanya akan diumumkan tanggal 27 November 2008 di Museum Komunikasi Berlin (Jerman).

Dukungan rekan-rekan pembaca dan nawak-nawak Aremania ikut menentukan prestasi Ongisnade.Net di ajang ini sekaligus membawa nama Arema dan Aremania di level internasional.

Pilih dan support Ongisnade.Net
1. Kunjungi halaman Ongisnade.Net di The BOBs
2. Pilih salah satu kategori yang disediakan di bawah halaman tersebut

Friday, September 19, 2008

PSSI Menerima THR dari Arema

Komdis PSSI telah menjatuhkan hukuman secara resmi kepada punggawa singo edan yakni Kurnia Mega,kiper Arema Malang,ia di kenai skorsing dilarang tampil membela singo edan selam 12 bulan,di tambah lagi denda yang nominalnya pun tidak sedikit yakni Rp.50 Juta dan manajer Arema Ekoyono Hartono ia dilarang aktif dalam persepak bolaan nasional dan denda sebesar Rp.30 Juta,Wowww…..nilai yang sangat fantastik bagi dunia industri sepak bola di indonesia,kalau masalah hukuman bagi mereka berdua mungkin bisa di maklumi karena memang mereka melakukan tindakan yang tidak seharusnya di lakukan. Betapa tidak Kurnia Mega adalah ki[per timnas yang ikut sukses membawa Tim U21 di piala kemerdekaan menduduki peringkat tiga,adalah tidak pantas memang melakukan tindakan indisipliner,sedangkan sang manajer Arema Sam Ekoyono,ia merupakan manajer yang menukangi team profesional dan sebesar Arema,kenapa pula ia ikut-ikutan dengan melakukan tindakan memalukan dan kurang bisa menahan amarahnya.tapi bagaimanapun juga keputusan PSSI apakah bisa di tolak?karena mereka adalah aparatur dari peserta kontestan team liga di indonesia,mungkin hukuman yang di terima kedua awak Arema tersebut tidak begitu bermasalah,masalahnya adalah nominal yang begitu luar biasa yang di jatuhkan kepada Arema-Malang,bagaimana jika uang sebesar itu menimpa team yang masih menerima dana APBD?membayar gaji pemain saja belum cukup apalagi untuk akomodasi kedepan!!!!.Tahun ini Arema merupakan salah satu team yang mengeluarkan belanja pemain cukup sedikit padahal Arema bisa di bilang team “Kaya”di Indonesia.,sedikitnya pengeluaran yang di keluarkan memang tidaklah lain untuk menghemat anggaran,dan lebih di prioritaskan untuk merekrut usia muda yang bertalenta dan mempunyai daya juang tinggi seperti saat ini sehingga Arema mampu bercokol di papan atas. Uang sebesar itu jika mungkin dulu di belikan pemain mahal mungkin saja sekarang bisa mengalahkan The Dream Team nya Indonesia saat ini!”Pxxxxx”!ya nasi sudah menjadi bubur,denda lagi-lagi telah menimpa Team kebanggaan Arek Malang,beberapa hari yang lalu PSSI kabarnya terlibat kasus penipuan,entah siapa lagi yang mereka tipu,Saya pribadi tidak mau tahu urusan mereka,,Persetan!tapi kini PSSI akan segera menikmati uang segar dari Arema,mereka akan buat pa lagi uang itu?mungkin untuk memberi THR kepada Nurdin Halid kah?atau malah-malah untuk “menyuap” agar ia bisa berlebaran di Rumahnya?wah.wah..hebat,bagaimana menurut nawak-nawak Aremania?..

AREMA Krisis Kiper

Setelah kiper muda Kurnia Meiga Hermansyah diskors oleh Komdis PSSI selama satu tahun, praktis Arema saat ini hanya memiliki stok dua kiper senior, yaitu Dadang Sudrajat dan Muhammad Yasir. Kondisi Dadang yang masih dalam penyembuhan cedera membuat Arema tinggal berharap kepada M. Yasir. Padahal, Arema dihadapkan pada jadwal away yang cukup berat, yaitu menghadapi Persija Jakarta, Persela Lamongan, Persik Kediri, serta lawatan away ke Papua melawan Persiwa Wamena dan Persipura Jayapura.

Kurnia Meiga musim ini pernah sekali turun membela Arema saat kalah 0-2 dari Pelita Jaya (26/07). Saat itu kiper muda berusia 18 tahun tersebut masuk menggantikan M. Yasir di pertengahan babak kedua. Setelah dikenai sanksi dari Komdis PSSI, adik kandung mantan kiper Arema Ahmad “AK” Kurniawan tersebut dipastikan absen membela Arema selama satu tahun.

Manajer Arema -yang juga dikenai sanksi Komdis PSSI- Ekoyono Hartono belum bisa memastikan apakah Arema akan melakukan banding atas sanksi yang diterima kiper muda aset tim nasional tersebut karena hingga saat ini kubu Arema belum menerima surat keputusan resmi dari Komdis PSSI.

Sementara itu kiper Dadang Sudrajat masih dalam tahap pemulihan cedera pasca operasi di bagian pelipis kanannya. Dadang mengalami cedera parah saat Arema menang 1-0 atas Deltras Sidoarjo (7/9) setelah bertabrakan dengan pemain Deltras dan langsung dilarikan ke RSUD Kanjuruhan Kepanjen. Dokter tim Arema, Albert Rudianto, masih memantau perkembangan kondisi Dadang usai operasi sebelum diperbolehkan kembali bermain.

Kiper Arema, Muhammad YasirDengan kondisi tersebut, praktis hanya Muhammad Yasir (foto kanan) yang saat ini menjadi andalan di sektor kiper Arema pada dua pertandingan terdekat, yaitu melawan Persija Jakarta (21/9) dan Persela Lamongan (27/9).

Di luar tim senior, Arema masih mempunyai kiper potensial di tim Arema U21, Aji Saka. Kiper muda binaan akademi Arema tersebut rutin berlatih bersama tim senior. Selama uji coba pra musim dan ajang Piala Gubernur (Liga Jatim) 2008 yang lalu, Aji Saka beberapa kali dimainkan oleh pelatih Arema kala itu, Bambang Nurdiansyah.

Rekan-rekan Aremania yang sering bermain Football Manager atau Championship Manager tentu berpikir bisa langsung “mempromosikan” Aji Saka ke tim senior Arema untuk diposisikan sebagai cadangan M. Yasir. Namun hal tersebut tidak bisa dilakukan oleh Arema saat ini karena regulasi tim senior dan tim reserve di Liga Super Indonesia berbeda dengan Liga Inggris atau liga-liga Eropa lainnya.

Arema tidak bisa menambah pemain karena transfer window kedua -saat klub diperbolehkan melakukan aktifitas transfer, menambah atau mengurangi pemain- baru dibuka usai putaran pertama berakhir. Mengantisipasi hal ini, Arema meminta solusi kepada Badan Liga Indonesia (BLI) terkait dengan kondisi krisis kiper ini.

Apabila nantinya BLI tetap tidak mengijinkan Aji Saka dipromosikan ke tim utama, maka Arema tentu mengandalkan konsistensi penampilan Muhammad Yasir, berharap kiper yang diberi julukan Timlo oleh Aremania tersebut tidak cedera, sambil menunggu proses penyembuhan Dadang Sudrajat. (Ongisnade/Zoel)

Thursday, September 18, 2008

Surat Terbuka Untuk Penguasa Sepak Bola Indonesia


Kami tak akan meminta bebas dari hukuman. Hukum saja kami jika memang salah. Kami siap menjalaninya. Namun yang adil, yang bijaksana, jangan karena Anda membawa palu main ketuk seenaknya. Apa yang sudah kami lakukan memang bukanlah pembenaran untuk melakukan perubahan. Apa yang anda harapkan dari Indonesia Super League? Hanyakah kompetisi berebut juara atau ada visi yang jauh lebih mulia lagi.

Kepada Yang Terhormat,
Penguasa Sepak Bola Indonesia

Kami ini hanyalah kelompok masyarakat yang membutuhkan hiburan untuk menyatukan diri sebagai satu saudara. Kami ini hanyalah kelompok masyarakat yang selalu ingin damai dan sejahtera. Kami hanyalah kelompok masyarakat yang ingin melihat sepak bola berjalan dengan sportifitas dan fairplay.

Kejadian Sabtu malam lalu di Stadion Kanjuruhan, kami akui kami salah. Saat ini kami mengaku salah berbuat anarki, namun ini adalah ujung dari rasa sabar kami. Tidak benar memang, salah iya, harus dihukum, Harus!!! Kami tak akan meminta bebas dari hukuman. Hukum saja kami jika memang salah. Kami siap menjalaninya. Namun yang adil, yang bijaksana, jangan karena Anda membawa palu main ketuk seenaknya.

Lihat dulu, pelajari dulu, bersikap objektif itu perlu. Jika kami ini salah bagaimana dengan yang memicu kami berbuat salah? Hukum juga dong. Jangan hanya kami. Jangan hanya main hukum, selidiki dan tuntaskan ada apa di balik mereka (wasit) melakukan itu. Kami rela jadi martil sebuah perubahan. Kami rela dijadikan korban untuk sesuatu yang lebih baik. Namun kami tak pernah rela sportifitas dan fairplay tercederai. Ayo kita instropeksi. Sudah benarkah Anda, pemegang regulasi sepak bola memberikan sisi edukasi kepada kami penikmat dan supporter serta masyarakat sepak bola Indonesia?

Apa yang anda harapkan dari Indonesia Super League? Hanyakah kompetisi berebut juara atau ada visi yang jauh lebih mulia lagi. Adakah hasil tertulis dari penyegaran wasit? Dimanakah diumumkan? Siapa yang memberikan test kepada mereka? Sudah independen-kah badan itu? Kasus semacam ini sudah berulang kali terjadi, tapi klub, supporter, merekalah yang langsung merasakan hukumannya yang jelas terlihat di mata pecinta bola tanah air. Sedang wasit? Jika ini masalah SDM wasit dengan segala bentuk lingkungan yang membentuknya, akankah selalu kami kaum penikmat sepak bola ini yang selalu menjadi terhukum? Anda para penguasa sepak bola tanah air pernah berucap kepada kami, “Jangan main hukum sendiri offisial pertandingan, serahkan kepada kami sesuai mekanismenya,” Tapi kami tak pernah lihat transparansi penyelesaian dan pengungkapannya. Semuanya hanya berujung pada sanksi sejumlah nominal (selalu saja berbuntut materi).

Kami bisa jamin, sepak bola Indonesia tak akan bisa maju selama PILKADA-PILKADA selalu mengikutinya. Sepak bola Indonesia akan kehilangan sportifitas dan fairpaly-nya jika sudah menjadi bagian dari cara branding bagi person yang akan menjadi penguasa. Penguasa yang terhormat, kesabaran manusia ada batasnya. Kepada masyarakat sepak bola Indonesia jangan tiru apa yang sudah terjadi di Bumi Singo Edan. Biarkan kami saja yang merasakan, kalau perlu biar kami saja yang jadi MARTIL perubahan.

Kami minta maaf jika sudah memberikan contoh yang tidak baik, kami minta maaf jika sudah memberikan tontonan yang kurang atraktif. Bagi saudara kami PKT Bontang, maaf jika sudah membuat kalian kurang nyaman. Jangan jadikan ini sebagai pembenaran balas dendam. Sebab musuh kami bukanlah kalian, bukan klub atau tim lain. Musuh kami adalah ketidakadilan dan sikap anti fairplay. Kalian sama dengan kami. Kalian adalah korban dari sistim yang berjalan. Ayo kita gandeng tangan, bikin satu perubahan. Apa yang sudah kami lakukan memang bukanlah pembenaran untuk melakukan perubahan.

Demikian surat terbuka ini kami buat, kepada teman-teman pers jangan hanya diangkat peristiwanya. Beritakanlah penyebabnya. Berikan sisi edukasi bagi sesama. Kami tahu berita kami selalu meningkatkan oplah. Terima kasih sudah buat nama kami besar, hingga kami merasa sakit saat jatuh. Namun kami tetap Arek-Arek Malang yang selalu tegar diterpa jaman. Sampai kapanpun kami tetap mendukung SINGO EDAN. Meskipun kami sebagai terhukum.

Atas nama komunitas Satujiwa.net
Pendukung PS Arema dari Dunia Cyber
Salam Satu Jiwa

Hasil sidang Komisi Disiplin (Komdis) PSSI Untuk AREMA

Dengan adanya kerusuhan di Kanjuruhan yang lalu. Komdis telah memanggil beberapa jajaran AREMA dan hasil sidang Komisi Disiplin (Komdis) PSSI memberikan hukuman cukup berat kepada personel Arema yang tertangkap kamera melakukan kekerasan pada insiden usai pertandingan Arema Malang vs PKT Bontang di Stadion Kanjuruhan (13/9). Namun sidang Komdis PSSI sore (17/9) tadi belum final karena minggu depan rencananya Komdis PSSI akan kembali memanggil beberapa personel Arema, yaitu ketua Panpel Arema Muhammad Muklis serta dua pemain Arema, Emile Mbamba dan Alex Pulalo.

Berikut sanksi-sanksi untuk Arema pada sidang yang dipimpin langsung oleh ketua Komdis Hinca Panjaitan, Rabu (17/9) sore tadi di kantor PSSI.

Manajer Arema, Ekoyono Hartono
Manajer Arema Ekoyono Hartono dilarang beraktifitas menangani manajemen tim selama 6 (enam) bulan serta denda sebesar Rp. 30 juta. Menurut Komdis, Ekoyono terbukti melakukan pemukulan serta memprovokasi perangkat pertandingan.

Pemain Arema, Kurnia Meiga Hermansyah
Skors atau larangan bermain sepakbola selama 1 (satu) tahun dan denda sebesar Rp. 50 juta.

Panpel Arema
Komdis masih belum memutuskan sanksi untuk panpel Arema karena ketua panpel Arema, Muhammad Muklis tidak hadir pada sidang karena sakit.

Aremania
Komdis tidak memberi sanksi kepada Aremania karena pada saat insiden terjadi Aremania masih dalam masa hukuman 2 (dua) tahun dilarang masuk stadion sehingga penonton tidak diidentifikasi sebagai Aremania.

Pelatih kiper Arema, Benny van Brekeulen
Benny bebas dari sanksi karena tidak terbukti mengejar atau melakukan kekerasan kepada wasit.

Emile Mbamba dan Alex Pulalo
Kedua pemain akan dipanggil Komdis pada sidang minggu depan. Emile Mbamba diduga melakukan tindakan membanting papan skor usai diusir wasit (kartu merah), sedangkan Alex Pulalo masuk ke lapangan usai pertandingan meskipun pada saat itu Alex Pulalo tidak masuk dalam line up Arema.

Asisten pelatih Arema, Joko Susilo
Panggilan Komdis PSSI untuk Joko “Gethuk” Susilo dibatalkan karena tidak terbukti mengejar wasit.

Sunday, September 14, 2008

Antiklimaks “Lose Ending” in Home

wasit biang keladi Arema kalah 1-2 dari PKT

Menilik pertandingan kemarin Antara Arema Malang mealwan tamunya Bontang PKT sebenarnya berlang sung seru,keras,dan cepat.Tapi Pertandingan yang dipimpin oleh wasit Suprihatin inimenerima disayangkan terjadi beberapa insiden yang merugikan Arema.Selain kekalahan dari Arema 1-2,Panpel arema M Muklis harus dilarikan ke rumah sakit akibat terkena lemparan.Setelah berada di sekitar kerumunan Aremania untuk menanangkan beberapa aremania yang sedang merengsek masuk lapangan karena tidak terima team kebanggaanya kalah.

Arema pada waktu permainan itu terkesan berhati-hati karena entah itu suporter tuan rumah yang banyak serta menuntut kemenangan.Atau juga tuntutan aremania terhadap Tarikh El janaby yang membuat aremania geram.Goal pertama PKT terjadi pada waktu pertandingan baru berjalan menit ke 4.saat itu PKT mendapat hadiah pelanggaran yang diberikan oleh wasit di depan kotak penalti arema.Tarik sang eksekutor mampu mengirimkan umpan dan dapat di heading oleh Imral Korea Usman.Sejak goal itu permainan arema keluar menyerang dan beberapa kali mendapat peluang tapi lemahnya finishing atau kurang beruntung arema untuk menciptakan goal.Seperti headingan Mbamba yang meleceng tipis dikanan gawang Herman Batak.Pada menit ke 20 arema dapat menyamakan kedudukan 1 sama lewat soleymane traore yang seperti biasanya menyuguhkan skil individualnya dengan mencukit bola hingga goal.1-1 tetap hingga turun minum.Di babak ke 2 lemahnya komunikasi wasit dengan asisten wasit dan buruknya wasit dalam memberikan keputusan yang merugikan arema membuat para suporter geram.Para pemain Arema yang masih kesal dengan Kepmimpinan wasit akhirnya harus menerima kenyataan gwang M yasir kebobolan lagi Oleh striker PKT debbah.Setelah kejadian itu mbamba mengganjal salah seorang Pemain dan di kartu kuning oleh wasit.Tidak terima dengan itu mbamba protes ke wasit dan berhujung dengan diusirnya dia dari lapangan karena wasit memberikannya kartu merah.Semenjak itu situasi di lapangan semakin kacau Wasit selalu merugikan arema dan tidak berkomunikasi dengan asisten wasit dan kecenderungan keberpihakan wasit terhadap PKT.Dasar itu lah yang memebuat aremania marah dan masuk ke stadion dan juga membakar Papan iklan di Pinggir lapangan.Kedudukan tetap unggul Bontang PKT 1-2 atas tuan rumah Arema malang.

Friday, September 12, 2008

Preview Pertandingan AREMA vs PKT

Latihan AremaAda sebuah ungkapan “mempertahankan lebih sulit daripada merebut”. Arema akan memulai langkah untuk mempertahankan posisi puncak klasemen saat menghadapi tamunya PKT Bontang pada Sabtu (13/9) di Stadion Kanjuruhan Kepanjen dengan dukungan penuh Aremania. Kemenangan atas PKT akan memantapkan posisi Arema di puncak klasemen sekaligus happy ending untuk pertandingan home terakhir di bulan puasa.

Setelah mengalahkan Deltras Sidoarjo (1-0) dan Persiba Balikpapan (2-0) pada dua pertandingan sebelumnya, mampukan Singo Edan Arema mecetak hattrick dengan mengalahkan Laskar Bukit Tursina PKT Bontang?

PKT Bontang datang ke Malang dengan kondisi mental sedikit turun akibat dikerjai habis-habisan pada pertandingan sebelumnya saat kalah 1-2 dari tuan rumah Persik Kediri. Pelatih PKT, Mustaqim, bahkan merasa kemenangan timnya dirampok oleh tuan rumah.

Karena itulah, Mustaqim mencoba meraih poin yang hilang di Kediri. “Mental anak-anak sudah pulih dan melupakan kekalahan di Kediri. Saya instruksikan untuk tetap memainkan pola permainan cepat. Tidak ada penjagaa khusus bagi pemain Arema karena mereka semua berkualitas. Saya berharap pertandingan ini dipimpim oleh wasit yang lebih baik,” jelas Mustaqim kepada Ongisnade.Net kemarin (12/9).

Latihan AremaKekuatan PKT sedikit tereduksi karena dua pemainnya absen karena akumulasi kartu, yaitu bek Wilfrido Galeano Genes dan gelandang Trias Budi Susanto. Meskipun demikian, PKT masih mempunyai stok pemain berkualitas yang harus diwaspadai lini belakang Arema, diantaranya adalah Imral Usman, Jumadi Abdi, dan mantan pemain Arema, Tarik El Janaby.

Arema dan Aremania tentu masih ingat dengan nama pemain yang terakhir disebut di atas. Ya, Tarik El Janaby yang bergabung dengan Arema pada pertengahan musim, tiba-tiba nyelonong pergi alias kabur saat kompetisi belum berakhir. Tidak jelas memang bagaimana regulasi BLI sehingga pemain indispliner (melanggar ikatan kontrak) bisa kembali bermain membela klub di Indonesia Super League musim ini.

Sementara itu dari kubu Arema, pelatih Gusnul Yakin bisa menurunkan komposisi pemain terbaik karena tidak ada pemain Arema yang terkena akumulasi kartu. Namun Arema masih tidak diperkuat Emaleu Serge, Dadang Sudrajat, dan Alex Pulalo yang masih dalam penyembuhan cedera. Arif Suyono yang absen pada pertandingan lawan Persiba juga masih dilihat perkembangan kondisi terakhirnya.

Gelandang Esaiah Pello Benson telah tiba di Malang dan siap diturunkan usai membela timnas Liberia pada pra kualifikasi Piala Dunia 2010 Zona Afrika. Gusnul Yakin juga masih mempunyai stok pemain cadangan berkualitas, seperti Zulkifli, Ahmad Sambiring, Roni Firmansyah, M. Bachtiar, dan Ali Usman.

Prakiraan starting lineup Arema:
31-M. Yasir, 55-Aaron Nguimbat, 6-Suroso, 16-Ahmad Jufriyanto, 25-Erick Setiawan, 4-Hendra Ridwan, 5-Fandy Mochtar, 20-Souleymane Traore, 88-Esaiah Pello Benson, 9-I Komang Mariawan, 22-Emile Mbamba

Thursday, September 11, 2008

AREMA Capolista


MALANG - 11/09/08. Arema memetik kemenangan kedua dalam pertandingan di kandang dalam lanjutan Indonesia Super League di Stadion Kanjuruhan semalam. Tak tanggung-tanggung, Arema menghajar tamunya Persiba Balikpapan dua gol tanpa balas (1-0). Gol kemenangan Arema dicetak legiun asingnya Emile Bertrand Mbamba menit 45 dan Souleymane Traore menit 65. Ini kemenangan kedua yang dicetak di kandang sendiri selama bulan Ramadan. Minggu lalu, Arema mengalahkan Deltras 1 – 0 melalui gol Traoure.



Pertandingan kedua tim semalam berjalan menarik, karena kedua tim melakukan serangan slilih berganti. Arema tampaknya tidak menduga kalau tim tamu mampu memberikan perlawanan yang mengejutkan. Bahkan pada menit ke 7 Persiba melalui strikernya Musafri, menyentak ribuan Aremania yang mendukung Arema melalui tendangannya ke gawang Arema. Tapi gol yang bermula dari tendangan bebas itu akhirnya dianulir wasit Aeng Suwarlan yang menganggap Musafri offside sebelum mencetak gol.

Meskipun dianulir, gol itu membuat para pemain Arema tersentak. Maklum, sejak kick off masih meraba-raba kekuatan lawannya. Duet Komang Mariawan dan Mbamba kesulitan mengembangkan permainan karena ketatnya pengawalan lini belakang Persiba. Kedua pemain itu benar-benar menjadi target untuk dikawal dan tidak diberi kesempatan untuk memainkan bola.

Selain itu, pada babak pertama para pemain Arema masih tampak kurang tenang memainkan bola. Itu terlihat dari banyaknya kesalahan yang mereka buat, seperti salah umpan dan sebagainya. Menyadari kelemahan itu, para pemain Arema mulai merubah strategi dan bermain lebih tenang. Di lini tengah, pelatih Gusnul Yakin menampilkan empat gelandang yang berkarakter menyerang.

Satu lagi, Gusnul memiliki keberanian untuk menampilkan pemain muda. Gusnul menurunkan Bustomi sebagai starter di lini tengah bersama Hendra Ridwan, Souleyman Traore dan Fandi Mochtar. Malam itu Bustomi tampil sangat bagus ikut menunjang serangan sebagai pemain lini kedua. Bahkan mantan pemain Persema itu mempunya peluang mencetak gol. Sayang, tendangannya menerpa mistar gawang. Selain Bustomy, Gusnul juga menurunkan mantan pemain Arema Junior Beny Wahyudi pada babak kedua menggantikan Ahmad Jufriyanto.

Empat gelandang ini benar-benar menjadi motor serangan Arema. Fandi dan Traore beroperasi melalui kedua sayap. Serangan dari sayap ini mampu memberikan tekanan bagi Persiba. Umpan tarik dari sayap ini diberikan kepada Mbamba dan Komang yang ada di petak penalti.

Dalam sebuah serangan, pemain belakang Persiba melakukan pelanggaran terhadap Traore di luar kotak penalti. Wasit Aeng memberikan hukuman tendangan bebas untuk Arema. Mbamba yang mengambil tendangan bebas langsung mengeksekusi dengan sempurna. Bola tendangan Mbamba langsung menghujam ke sudut kiri gawang Persiba yang dikawal kiper I Made Wirawan. Tepat setelah gol itu lahir, wasit langsung meniup peluit tanda babak pertama usai.

Ketinggalan satu gol, Persiba tak mengendurkan serangan. Melalui Robie Gaspar, Bruno dan Pepito melakukan tekanan. Sedangkan striker Musafri yang memiliki kecepatan terus mengancam pertahanan Arema. Terlalu asyik menyerang, pemain Persiba lupa pada pertahanan. Setelah berhasil mematahkan serangan Persiba, Arema langsung melakukan serangan balik.

Mbamba yang menguasai bola, langsung menggiring bola ke jantung pertahanan Persiba. Tak lama menguasai bola, Mbamba langsung memberi assist kepada Traore yang bediri bebas. Tanpa banyak kesulitan, Traore langsung menendang bola ke sudut kiri gawang I Made Wirawan. Gol ini bertahan sampai pertandingan usai.
"Maju terus AREMA, Kami Selalu Mendukungmu"